Don't Miss
Loading...
Monday, April 22, 2013

Hati-hati Situs Porno Bertebaran Malware

Hati-hati Situs Porno Bertebaran Malware - Sebuah studi memaparkan bahwa menjelajahi sejumlah situs porno populer ternyata menimbulkan risiko keamanan. Pasalnya, iklan-iklan yang ada di situs-situs tersebut ternyata bisa memasang file berbahaya atau malware tanpa sepengetahuan pengguna.

Hati-hati Situs Porno Bertebaran Malware

Situs Porno Bertebaran Malware
Dilansir dari BBC, penelitian yang dilakukan oleh Conrad Longmore menemukan, ada dua situs porno populer yang menimbulkan risiko keamanan online yakni xhamster dan pornhub. Saat ini menurut Longmore, para penjahat cyber banyak yang mulai beralih ke perangkat mobile.

"Kami menyebut iklan berbahaya itu 'malvertising'. Cara iklan dibeli dan dijual pada seluruh website sangat rumit karena iklan lebih mudah dikemas ulang dan dijual kembali sehingga sulit untuk mengetahui asal iklan tersebut tersebut dan penjahat di belakangnya berusaha keras untuk menyamarkan apa yang mereka lakukan," jelas Longmore.

Longmore pun menyusun rincian bahaya iklan di situs-situs porno menggunakan layanan rekomendasi diagnostik Google yang secara berkala menganalisis website untuk konten-konten berbahaya. Data yang dihasilkan menunjukkan bahwa situs xhamster memiliki 1.067 malvertising selama 90 hari terakhir. Berdasarkan data Alexa, xhamster menduduki posisi 46 situs terpopuler di internet.

Sedangkan situs pornhub diketahui memiliki iklan berbahaya di 12,7 persen lamannya. "Tampaknya tiba-tiba telah terjadi peningkatan malware di situs populer, terutama pada beberapa pekan ini," tutur Longmore.

Dituturkan Longmore, banyak pengguna yang takut melaporkan telah menjadi korban malvertising. "Sebagian dari masalah ini karena porno adalah subjek tabu. Tapi kenyataannya, ada banyak di antaranya merupakan situs populer yang temasuk 100 situs populer global. Sehingga ini merupakan isu yang sangat besar. Operator situs harus melaporkan dengan cepat mekanisme situs-situs mereka dengan menandai iklan buruk dan jaringan iklan juga harus bertanggung jawab," jelasnya.


Sumber

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Back to Top